Alam
Karya: Bagus L

Kebebasan...
Adalah Hal yang selalu kuimpikan
Kan ku lakukan agar aku bebas
Terbebas dari kurungan yang mengekang roh yang keras
Aku bosan melihat banyak topeng
Aku bosan mendengar kicauan burung
Aku bosan merasakan tikaman
Yang kuinginkan hanyalah bebas
Alam ini bukan alam yang dulu lagi
Tiada hal lain selain penistaan dan sengsara
Dosa selayak kebajikan
Kebajikan selayak dosa
Terbebas dari seluruh muslihat alam fana
Adalah berkah yang indah
Yang bisa kulakukan hanyalah memuja
Sang ilahi...
Berdoa untuk berada di tempat tanpa derita
Tapi apakah doa-ku akan sampai pada-Nya
Apalah dayaku yang hanya umat pendosa
Yang bisa kulakukan hanyalah menambah amal
Sampai kalbuku yang tersisa hanya nestapa
Yang bisa kulakukan hanyalah menunggu
Menunggu pesuruh-Nya datang menemuiku
Kapankah sang sabit datang
Izinkan aku berharap
Berharap bebas dan senantiasa bahagia
Aku ingin segera pergi...
Pergi menuju alam tanpa keputusasaanTugas Tambahan
Puisi dikarya ini menceritakan tentang seseorang yang berharap setelah ia mati ia dapat pergi ke surga tetapi ia khawatir tidak masuk karena ia takut akan dunia yang sekarang dapat menyebabkan ia terhambat atau tidak bisa masuk surga.
Ada beberapa pencitraan di puisi ini:
Penglihatan: Terdapat di baris pertama paragraf ke-2
Pendengaran: Terdapat di baris kedua paragraf ke-2
Perasaan: Terdapat di baris keempat paragraf ke-2
Majas Metafora yang terdapat di puisi ini:
-Kapankah Sang Sabit datang
-Pergi menuju alam tanpa keputusasaan
Simbol yang ada di puisi ini:
-Sang Ilahi = Tuhan
-Sang sabit = Malaikat Maut
- Alam Tanpa Keputusasaan = Surga
Simbol yang ada di puisi ini:
-Sang Ilahi = Tuhan
-Sang sabit = Malaikat Maut
- Alam Tanpa Keputusasaan = Surga