Kecapi dan Raja Ular
Pada
zaman dahulu di sebuah kerajaan yang damai yang bernama kerajaan Algerian yang
dipimpin oleh raja yang kuat,adil,dan bijaksana. raja tersebut memiliki putri
yang cantik jelita yang bernama Arial, selain karena kecantikannya dia juga
terkenal sangat baik hati. Akan tetapi, si putri terkena kutukan yang membuat
wajahnya penuh dengan luka dan nanah di wajahnya. Ternyata kutukan tersebut
berasal dari Vrinda si iblis
Dosa Dengki. Vrinda memberikan kutukan kepada putri Arial karena dia sangat iri
kepada kecantikannya. Raja sangat murka ketika putrinya diberikan kutukan itu.
“Kenapa kau mengutuk putriku
wahai iblis?!” teriak sang raja
“hahahahahahaha.......Aku
mengutuknya agar aku tetap menjadi yang tercatik di dunia ini dan juga agar dia
menderita karena wajahnya menjadi buruk rupa” Kata Vrinda
Vrinda pun menghilang seperti
kabut.
“TIDAAAK!!! Vrinda kembalikan
putriku seperti semula” teriak sang raja dengan sangat keras
Setelah dikutuk oleh Vrinda putri
Arial hanya bisa mengurung diri dikamar karena sangat sedih terhadap keadaan
putrinya akhirnya raja menyuruh tabib sakti yang terkenal dari kerajaan Altus.
“Wahai raja agung nan bijaksana
sihir dari Vrinda terlalu kuat sihir dan obat-obatanku tidak dapat melepas segel
kutukannya?” kata tabib tersebut
“ Lalu bagaimana caranya agar
putriku bisa kembalya agar putriku bisa kembali normal?”kata raja yang sedang
bersedih hati
“hmmm......yang kutahu ada 2
jalan untuk membuka segel kutukan ini yang pertama yang memberikan kutukan ini
yang harus melepaskan kutukannya yang kedua air mata raja ular”kata sang tabib
“Apa!!! Kedua hal tersebut tidak
mungkin dilakukan para prajurit ku tidak mungkin melawan salah satu dari iblis
tersebut dan raja ular sangat membenci manusia”
“Yaah...itu terserah kau saja
raja”
Pada akhirnya
raja telah memutuskan untuk mengadakan sayembara bagi ksatria atau laki-laki yang
dapat membawakan air mata raja ular akan dinikahkan kepada putrinya. Akan
tetapi, tidak ada yang berani mengikuti sayembara dari raja kecuali seorang
pemuda.
“Oy...raja saya mau ikut
sayembara!”
“Apa kau yakin dapat mengalahkan
raja ular”
“hah...aku tidak berniat
mengalahkan raja ular aku hanya ingin membawa air mata nya sesuai isi dari
sayembara yang kau buat”
“Baiklah anak muda yang pemberani
kalo boleh tahu siapa namamu?”
“Wahai raja yang agung kau bisa
memanggilku Kecapi”
“Wahai Kecapi kau akan menghadapi
raja ular yang berada di gunung Andalus”
“Baiklah raja... hamba akan
pergi”
Kecapi pun
akhirnya pergi menuju ke gunung Andalus. Sesampainya disana Kecapi langsung
berhadapan oleh raja ular. Pertarungan sengit pun terjadi antara kecapi dengan
raja ular selama 7 hari 7 malam. Setelah pertarungan 7 hari tersebut tidak ada
yang menjadi pemenang. Hasil dari pertempuran tersebut membentuk sebuah lubang.
“Hahahaha.....bagaimana mungkin manusia
sepertimu bisa menghadapiku di tambah lagi sepertinya kau belum mengeluarkan
kemampuanmu” kata raja Ular yang tertawa puas
“Hah... untuk apa aku hanya ingin
membawa air matamu tapi kau malah menyerangku duluan!!!” Kata Kecapi yang kesal
“Itulah yang membuatku benci
terhadap manusia mereka datang hanya jika perlu tapi karena kau membuatku puas
karena pertarungan ini aku akan memberikan air mataku dengan syarat buat aku
tertawa sampai mengeluarkan air mata” kata raja Ular
“Baiklah.....”
Kecapi kemudian membuat wajah
konyol dan membuat raja ular tertawa terbahak-bahak dan raja ular pun mati
karena dia tenggelam oleh air matanya sendiri dikawah bekas pertarungannya
dengan Kecapi. Kecapi pun mengambil air mata raja ular yang ada di kawah
tersebut.
“Yah...malah tenggelam baiklah
akan kuambil air matanya tempat ini akan kunamakan danau ular”
Setelah
berhasil mengambil air mata tersebut Kecapi pun pergi ke kerajaan Algerian dan
menikah dengan putri Arial. Dan mereka hidup bahagia selamanya.
AMANAT: bekerjalah dengan
sungguh-sungguh agar memperoleh hasil yang maksimal