Senior diatas segalanya
Dizaman modern yang mana Hak Asasi
Manusia dituntut dan diperjuangkan oleh banyak orang karena mereka meyakini
bahwa setiap individu yang ada di bumi ini memiliki kebebasan yang sama sekali
tidak terikat oleh hukum. Tetapi mengapa masih banyak orang di dunia ini yang
diperlakukan layaknya budak? Apakah karena ras? Atau warna kulit? Kaya? Atau
miskin? Sungguh miris sekali dunia ini ketika orang lain membela Hak Asasi
Manusia sedangkan masih ada manusia lain menggunakan harta,kekuatan,tahta untuk
menjatuhkan martabat orang lain. Masalah Hak Asasi juga dialami oleh negeri
kita tercinta ini! Bahkan permasalahan HAM ini terjadi di pendidikan indonesia
dan dilakukan oleh bibit dan cikal bakal negara Indonesia yakni, para pelajar
Indonesia.
Para pelajar Indonesia sendiri
jugalah yang melangga Hak Asasi Manusia, bagaimana mereka melakukannya? Dengan
suatu hal yang disebut Senioritas. Senioritas sendiri adalah hubungan manusia
dengan manusia lain yang sangat menitik beratkan pada umur atau waktu sehingga
mereka yang lebih tua atau telah lama di suatu tempat menggangap diri merekalah
yang berkuasa,yang memiliki segalanya,dan yang memimpin. Apakah hal ini benar?
Tentu saja ini tidak benar, senioritas yang dilakukan oleh pelajar sangat
merugikan karena pelajar senior merasa bahwa wilayah sekolah mereka adalah
kerajaan mereka sehingga mereka dapat membully, memalak atau bahkan mereka
dapat menghilangkan nyawa pelajar junior lain hal itu dilakukan mungkin karena
kekuasaan,ketenaran,atau kepada junior itu sendiri. Senioritas bahkan dilakukan
ketika para junior memasuki Masa Orientasi Siswa(MOS) merek diinjak,ditendang,
dipermalukan, bahkan ada yang nyawa terambil karena masalah senioritas.
Seharusnya para pelajar dapat belajar
dan bergaul dengan sesama pelajar lain, mereka seharusnya tidak boleh memiliki
trauma atau kehilangan nyawa ketika sekolah. Apakah ini sistem pendidikan
Indonesia? Kita semua harus menentang adanya senioritas, dinding antara yang muda dan yang tua
harus dirobohkan. Karena apabila tidak
diberantas maka senioritas akan seperti amoeba yang berkembang dengan membelah
diri yang artinya bahwa junior yang telah mengalami senioritas ketika menjadi
senior mereka akan tetap meneruskan dan membalaskan dendam mereka ke junior
baru dan tetap melakukan senioritas mereka juga akan membentuk hierarki baru
dan kekuasaan baru. Senioritas harus diselesaikan bersama orang tua dan guru
harus memberitahu kepada anak dan muridnya tentang bahaya senioritas jika hanya
saling memarahi karena betul-betul salah itu tidak apa, akan tetapi senioritas
di indonesia itu sudah melewati batas,pemerintah sendiri juga harus turun
tangan dikarenakan banyak pelajar indonesia ketika mereka dewasa membuat mereka
takut dengan dunia luar, takut saling mengenal,takut saling bekerja sama. Jika
hal ini terus terjadi semboyan Bhineka tunggal ika hanya tinggal pajangan di
buku PKN.
DPR menyoroti atau menanggapi masalah
Senioritas yang terjadi di indonesia seperti halnya Anggota Komisi Hukum Fraksi
Gerindra, Wenny Warouw, memberi catatan kritis perihal pemilihan Komisaris
Jenderal Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Republik
Indonesia. Menurut dia, kesenjangan antara junior dan senior setelah pemilihan
perlu diperhatikan. "Saya
khawatir ada kesenjangan junior-senior karena Tito melampaui empat angkatan.
Maka, perlu peran Kompolnas untuk tatap muka dengan para jenderal (Mabes Polri)
agar isu ini bisa teredam," kata Wenny di gedung DPR, Jakarta, Selasa, 21
Juni 2016. Para pejabat mungkin merasa sistem pendidikan di Indonesia buruk
tetapi Apakah hal tersebut dapat berguna? Tentu tidak,bicara didepan microphone
tidak mengubah apapun.
pemerintah seharusnya membuat perintah kepada
setiap sekolah agar memberikan hukuman yang sepadan kepada murid yang melakukan
senioritas disekolah sehingga dapat memberikan efek jera kepada si murid dan
membuat mereka tidak mengulangi senioritas lagi. Kita harus ingat sekali lagi
bahwa pelajar di Indonesia sangat penting bagi kemajuan Negara kesatuan
republik indonesia. Bahkan presiden pertama kita soekarno perna berkata “Beri
aku sepuluh pemuda maka akan kuguncang dunia” dari perkataannya kita dapat menyimpulkan
bahwa pemuda kita sangat berpotensi untuk membuat indonesia menjadi nomor 1 di
dunia. Jadi kita harus membuat para pelajar belajar dengan nyaman, jangan
membuat mereka dalam keputus asaan dari senioritas melainkan kita harus membuat
mereka memiliki harapan untuk pondasi masa depan.
Emoticon Emoticon